Google search engine
HomeEkonomiSalip Samsung, Apple Kembali Jadi Raja "Smartphone" Dunia 2025

Salip Samsung, Apple Kembali Jadi Raja “Smartphone” Dunia 2025

Peta persaingan industri ponsel pintar (smartphone) global kembali berubah. Sepanjang tahun 2025, Apple berhasil menggeser Samsung dan kembali menduduki takhta sebagai raja smartphone dunia.

Data terbaru dari firma riset Counterpoint menunjukkan kebangkitan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut, di saat pabrikan asal China justru mengalami stagnasi.

Secara umum, pasar smartphone dunia menunjukkan tren positif pasca-pandemi dengan pertumbuhan 2 persen secara year-on-year (YoY).

Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini banyak didorong oleh pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih memilih perangkat kelas atas (high-end).

“Sepanjang 2025, pasar smartphone melanjutkan tren yang cenderung mengarah ke segmen dengan harga lebih tinggi, didorong konsumen yang memutuskan upgrade ke perangkat premium,” ujar Shilpi dilansir dari laman resmi Counterpoint, Rabu (14/1/2026).

iPhone 17 Jadi Kunci

Kesuksesan Apple kembali ke puncak tidak lepas dari peluncuran seri iPhone 17. Produk ini menjadi momentum titik balik setelah kinerja seri iPhone 16 yang sempat dinilai kurang memuaskan akibat minim inovasi dan penundaan fitur kecerdasan buatan (AI).

Apple mencatat pertumbuhan impresif sebesar 10 persen YoY dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai 20 persen sepanjang 2025.

“Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat,” kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.

Sementara itu, Samsung yang sebelumnya memegang mahkota raja ponsel pada 2024, harus puas turun ke posisi kedua. Meski demikian, kinerja Samsung tetap stabil dengan pertumbuhan 5 persen dan pangsa pasar 19 persen.

Ponsel China Mulai Tergeser

Dominasi Apple dan Samsung di segmen premium tampaknya memberikan tekanan berat bagi pabrikan asal China. Merek-merek besar seperti Xiaomi, Vivo, dan Oppo mulai kehilangan taringnya.

Xiaomi tertahan di posisi ketiga dengan pangsa pasar 13 persen, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 14 persen.

Di posisi keempat, Vivo hanya mencatat pertumbuhan tipis 3 persen dengan pangsa pasar stagnan di angka 8 persen.

Kinerja paling lesu dialami oleh Oppo. Pabrikan ini mencatat pertumbuhan minus 4 persen YoY dan menempati posisi buncit dalam daftar “Top 5” penguasa pasar ponsel dunia.

Laporan Counterpoint juga mencatat bahwa pertumbuhan pasar global tidak merata. Wilayah seperti Jepang, Timur Tengah, dan Afrika menjadi motor penggerak pertumbuhan, mengimbangi pasar negara maju yang sudah jenuh.

Editor: Nurcahyani

Sumber: CNBC Indonesia

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments